Senin, 11 Juli 2016

KEJAHATAN SEKSUAL SALAH SIAPA?

Menurut pendapat saya, kejahatan seksual yang akhir – akhir ini marak terjadi di Indonesia karena akibat adanya pergaulan bebas dan pengaruh internet belum lagi acara – acara yang ada di televisi. Bayangkan saja anak kecil sekarang sudah di suguhi oleh tontonan – totonan yang tidak pantas yang membuat si anak menjadi terpengaruh ke hal – hal yang negatif. Dan pergaulan bebas sekarang yang sudah tidak bisa di bendung lagi, entah itu dari sekedar nongkrong saja bersama teman – temannya atau sampe yang pacaran yang kelewatan batas. Itu semua merupakan efek dari tidak adanya tidankan tegas dari pemerintah yang menayangkan acara – acara tv yang tidak pantas buat anak dan para orang tua yang tidak bisa mengatur anak nya sendiri atau mungkin akibat diajak oleh teman sepergaulan nya sehingga anak itu menjadi terjerumus. Dan belum lagi dari wanita itu sendiri kadang keluar rumah memakai pakaian yang minim yang mengundang mata para lelaki dan kadang juga si wanita mau saja di bujuk rayu oleh pria.

Saran saya tolong kepada orang tua agar menjaga anak – anak nya dari hal – hal yang bisa membuat terjerumus dan khusus nya kepada para wanita agar mengenakan pakaian yang lebih sopan dan tidak mudah di bujuk rayu oleh para pria.  

MANUSIA DAN HARAPAN

Harapan atau asa adalah bentuk dasar dari kepercayaan akan sesuatu yang diinginkan akan didapatkan atau suatu kejadian akan bebuah kebaikan di waktu yang akan datang. Pada umumnya harapan berbentuk abstrak, tidak tampak, namun diyakini bahkan terkadang, dibatin dan dijadikan sugesti agar terwujud. Namun ada kalanya harapan tertumpu pada seseorang atau sesuatu. Pada praktiknya banyak orang mencoba menjadikan harapannya menjadi nyata dengan cara berdoa atau berusaha. Beberapa pendapat menyatakan bahwa esensi harapan berbeda dengan "berpikir positif" yang merupakan salah satu cara terapi/ proses sistematis dalam psikologi untuk menangkal "pikiran negatif" atau "berpikir pesimis". Setiap manusia mempunyai harapan.
Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup dan kemampuan masing – masing. Misalnya, Budi hanya mampu membeli sepeda, biasanya tidak mempunyai harapan untuk membeli mobil. Seorang yang mempunyai harapan yang berlebihan terkadang akan berakibat menjadi tertawaan orang banyak seperti pribahasa “Si pungguk merindukan bulan”, walaupun tidak ada yang tidak mungkin didunia ini bila Tuhan berkehandak.
Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan dapat terwujud, maka diperlukan usaha dengan sungguh – sungguh, berdoa dan pada akhirnya bertawakal agar harapan itu dapat terwujud.
Contohnya saja harapan agar kelak menjadi seorang programmer. Nah agar menjadi  seorang progammer maka kita harus belajar dengan sungguh – sungguh dan harus tekun berlatih agar cita-cita atau harapan kita agar terwujud.