Peristiwa kekerasan yang terjadi di Kabupaten
Tolikara hanyalah satu dari sekian banyak kasus kekerasan dan diskriminasi yang
mengendap di Papua. Tidak hanya Tolikara, selama ini kasus kekerasan yang
seringkali berpangkal pada persoalan diskriminasi di Papua tidak pernah
terselesaikan dengan tuntas. Kasus-kasus yang ada dibiarkan menguap bahkan sepi
dari pemberitaan media.
Pada 17 Juli lalu, sebuah insiden kekerasan
terjadi di Tolikara. Umat muslim yang hendak melakukan solat Idul Fitri
didatangi sejumlah orang yang meminta agar kegiatan ibadah itu dihentikan
menyusul terbitnya dari Dewan Pekerja Wilayah Gereja Injili di Indonesia (GIDI)
Tolikara, Papua.
Sumber : http://www.cnnindonesia.com/nasional/20150724030750-20-67895/tolikara-persoalan-diskriminasi-dan-kekerasan-yang-mengendap/
Menurut saya semoga diskriminasi yang
menyangkut masalah agama, ras dan suku segera berkurang maupun hilang agar
tercipta rasa aman dan nyaman di negara tercinta
ini, karena kita hidup di Indonesia ini mempunyai semboyan “Bhineka Tunggal Ika”
yang artinya “Berbeda-beda tetapi tetap satu”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar