A.
PENGERTIAN PRASANGKA, DISKRIMINASI DAN
ETNOSENTRISME
PRASANGKA
Prasangka berarti
membuat keputusan sebelum mengetahui fakta yang relevan mengenai objek
tersebut. Awalnya istilah ini merujuk pada penilaian berdasar ras seseorang
sebelum memilikiinformasi yang relevan yang bisa
dijadikan dasar penilaian tersebut. Selanjutnya
prasangka juga diterapkan pada bidang lain selain ras. Pengertiannya sekarang
menjadi sikap yang tidak masuk akal yang tidak terpengaruh oleh alasan
rasional.
John
E. Farley mengklasifikasikan prasangka ke dalam tiga kategori.
·
Prasangka kognitif,
merujuk pada apa yang dianggap benar.
·
Prasangka afektif,
merujuk pada apa yang disukai dan tidak disukai.
·
Prasangka konatif,
merujuk pada bagaimana kecenderungan seseorang dalam bertindak.
DISKRIMINASI
Diskriminasi adalah tindakan yang memperlakukan satu orang
atau satu kelompok secara kurang adil atau kurang baik daripada orang atau
kelompok yang lain. Diskriminasi dapat bersifat langsung atau tidak langsung
dan didasarkan pada faktor-faktor yang sama seperti premanisme dan pelecehan.
Diskriminasi dapat dilakukan oleh individu, kelompok,
atau kebijakan dan praktik organisasi.
Deskriminasi pun ada yang secara terlihat maupun tersamar.
ETNOSENTRISME
Etnosentris
adalah sikap memandang remeh suku atau etnis lain. Etnosentris dapat terjadi
jika suatu suku/etnis tetap memegang kukuh identitasnya, dan menolak untuk
bercambur/membaur dengan suku/etnis lainnya. Dalam sikap etnosentris ini
memiliki prinsip untuk menilai suatu golongan lain berdasarkan apa yang ada
pada suku/etnis sendiri. Semakin banyaknya persamaan yang dimiliki semakin
mudah untuk diterima disuku tersebut, sedangkan sebaliknya semakin bederbeda
suatu suku semakin dijauhin suku tersebut.
B. MASIKAH
TERJADI DISKRIMINASI
Contohya
saja pada saat Idul Fitri pada tahun 2015 yang terjadi di Papua, umat Islam
dilarang untuk menunaikan ibadah sholat Idul Fitri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar