Senin, 25 Januari 2016

Tugas Ilmu Sosial Dasar 14

VIVA.co.id - Majelis Ulama Indonesia (MUI) hingga kini belum mengeluarkan fatwa terkait ajaran organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). 

MUI masih melakukan kajian serta pembuktian mengenai kekhawatiran Gafatar merupakan reinkarnasi dari komunitas Milah Abraham (Komar) yang berganti nama dari jaringan Al Qiyadah Al Islamiyah, yang sebelumnya sudah dilarang di Indonesia.

"Itu perlu dibuktikan. Kalau tentang Ahmad Moshaddeq alias Musaddeq alias Musadek alias Abdusalam, MUI sudah lama mengatakan itu sesat. Kalau Gafatar itu benar (reinkarnasi), itu harus dibuktikan," kata Wakil Ketua Komisi Luar Negeri dan Kerjasama MUI, Syafiq Hasyim di Gedung LBH, Jakarta, Senin, 25 Januari 2016.

Menurut Syafiq, siapa saja bisa mengeluarkan rekomendasi yang mengatakan Gafatar sesat. Namun, fatwa tersebut tidak bisa digunakan seperti undang-undang.

Sejauh ini, MUI mencatat lebih dari sepuluh komunitas sesat di Indonesia. Tapi, Gafatar belum termasuk. "Sampai tahun ini, mereka yang dikatakan sesat, tidak lebih dari 14," ujar Syafiq.

MUI sebelumnya telah mengeluarkan fatwa sesat terhadap 14 ajaran, yakni Syiah, Jamaah Ahmadiyah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Agama Salamullah atau Lia Eden, Aliran Kutub Robani, Kelompok Husnul Huluq, Jemaat Kristiani Pondok Nabi dan Rasul Dunia, NII KW IX Pontren Alzaytun Indramayu, Darul Islam (DI Fillah), Wahidiyah, Al Qiyadah Al Islamiyah, Al-Qur’an Suci, Mahesa Kurung dan Aliran Hidup di Balik Hidup. (ase)


Opini

Menurut saya kita harus jeli dalam melakukan sesuatu, jangan samoai kita terpengaruh masuk ke dalam organisasi-organisasi Islam yang kurang jelas tujuan nya apalagi untuk menyesatkan umat Islam. Agama dan masyarakat sangat terkait satu sama lainnya  karena dsemua agama di ajarkan dalam hidup bermasyarakat yang baik dan benar.

Kamis, 21 Januari 2016

Tugas Ilmu Sosial Dasar 13

Peristiwa kekerasan yang terjadi di Kabupaten Tolikara hanyalah satu dari sekian banyak kasus kekerasan dan diskriminasi yang mengendap di Papua. Tidak hanya Tolikara, selama ini kasus kekerasan yang seringkali berpangkal pada persoalan diskriminasi di Papua tidak pernah terselesaikan dengan tuntas. Kasus-kasus yang ada dibiarkan menguap bahkan sepi dari pemberitaan media.

Pada 17 Juli lalu, sebuah insiden kekerasan terjadi di Tolikara. Umat muslim yang hendak melakukan solat Idul Fitri didatangi sejumlah orang yang meminta agar kegiatan ibadah itu dihentikan menyusul terbitnya dari Dewan Pekerja Wilayah Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Tolikara, Papua.

Sumber : http://www.cnnindonesia.com/nasional/20150724030750-20-67895/tolikara-persoalan-diskriminasi-dan-kekerasan-yang-mengendap/

Menurut saya semoga diskriminasi yang menyangkut masalah agama, ras dan suku segera berkurang maupun hilang agar tercipta rasa aman dan nyaman  di negara tercinta ini, karena kita hidup di Indonesia ini mempunyai semboyan “Bhineka Tunggal Ika” yang artinya “Berbeda-beda tetapi tetap satu”

Tugas Ilmu Sosial Dasar 12

PENGERTIAN ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI DAN KEMISKINAN
lmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia.Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.
Ilmu bukan sekadar  pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan  teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat  metode  yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya.
Teknologi adalah  keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan, dan kenyamanan hidup manusia.
Penggunaan teknologi oleh manusia diawali dengan pengubahan sumber daya alam menjadi alat-alat sederhana. Penemuan prasejarah tentang kemampuan mengendalikan api telah menaikkan ketersediaan sumber-sumber pangan, sedangkan penciptaan roda telah membantu manusia dalam beperjalanan, dan mengendalikan lingkungan mereka. Perkembangan teknologi terbaru, termasuk di mesin cetak, telepon dan Internet, telah memperkecil hambatan fisik terhadap komunikasi dan memungkinkan manusia untuk berinteraksi secara bebas dalam skala global. Tetapi, tidak semua teknologi digunakan untuk tujuan damai; pengembangan senjata penghancur yang semakin hebat telah berlangsung sepanjang sejarah, dari pentungan sampai senjata nuklir.
Teknologi telah memengaruhi masyarakat dan sekelilingnya dalam banyak cara. Di banyak kelompok masyarakat, teknologi telah membantu memperbaiki ekonomi (termasuk ekonomi global masa kini) dan telah memungkinkan bertambahnya kaum senggang. Banyak proses teknologi menghasilkan produk sampingan yang tidak dikehendaki, yang pencemar dan menguras sumber daya alam, merugikan, dan merusak Bumi dan lingkungannya. Berbagai macam penerapan teknologi telah memengaruhi nilai suatu masyarakat, dan teknologi baru seringkali mencuatkan pertanyaan-pertanyaan etika baru. Sebagai contoh, meluasnya gagasan tentang efisiensi dalam konteks produktivitas manusia, suatu istilah yang pada awalnynya hanya menyangku permesinan, contoh lainnya adalah tantangan norma-norma tradisional bahwa keadaan ini membahayakan lingkungan, dan mengucilkan manusia; penyokong paham-paham seperti transhumanisme dan tekno-progresivismememandang proses teknologi yang berkelanjutan sebagai hal yang menguntungkan bagi masyarakat, dan kondisi manusia. Tentu saja, paling sedikit hingga saat ini, diyakini bahwa pengembangan teknologi hanya terbatas bagi umat manusia, tetapi kajian-kajian ilmiah terbaru mengisyaratkan bahwa primata lainnya, dan komunitas lumba-lumba tertentu telah mengembangkan alat-alat sederhana, dan belajar untuk mewariskan pengetahuan mereka kepada keturunan mereka bisa dikatakan teknologi adalah hasil dari sebuah ilmu pengetahuan.
Kemiskinan adalah keadaan di mana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan, dll.
Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup:
Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.Gambaran tentang kebutuhan sosial, keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi. Gambaran kemiskinan jenis ini lebih mudah diatasi daripada dua gambaran yang lainnya.Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna "memadai" di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia. Gambaran tentang ini dapat diatasi dengan mencari objek penghasilan di luar profesi secara halal. Perkecualian apabila institusi tempatnya bekerja melarang 
MANFAAT TEKNOLOGI DALAM  KEHIDUPAN MASYARAKAT INDONESIA
Pemanfaatan teknologi di Indonesia memang banyak dirasakan oleh seluruh lapisan masyrakat, mulai dari yang kita rasakan sehari hari, mulai dari listrik, lampu, kendaraan umum, hingga teknologi terkini seperti GTO(gerbang toll otomatis), e-money dan lain sebagainya banyaknya teknologi yang dikembangkan oleh manusia yang berasal dari ilmu pengetahuan ini membuat pekerjaan manusia bisa berkurang bebannya serta mengurai margins eror maupun human eror dan pengefisiensian waktu.


Rabu, 13 Januari 2016

Tugas Ilmu Sosial Dasar 11

Agama
Agama adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya. Agama dapat mengatur perbuatan manusia dari perbuatan kejahatan, kedengkian, dan lain-lain. Ada beberapa ahli yang mendefinisi arti Agama

Menurut A.M. saefuddin, menyatakan bahwa agama merupakan kebutuhan manusia yang paling esensial yang besifat universal.

Menurut Sutan Takdir Alisyahbana, agama adalah suatu system kelakuan dan perhubungan manusia yang pokok pada perhubungan manusia dengan rahasia kekuasaan dan kegaiban yang tiada terhingga luasnya, dan dengan demikian member arti kepada hidupnya dan kepada alam semesta yang mengelilinginya.

Menurut Sidi Gazalba (1975), menyatakan bahwa religi (agama) adalah kecendrungan rohani manusia, yang berhubungan dengan alam semesta, nilai yang meliputi segalanya, makna yang terakhir, hakekat dari semuanya itu.

Masyarakat
Masyarakat adalah sekelompok orang yang berkumpul di satu daerah yang sudah memiliki adat dan istiadat serta peraturan yang sudah ditentukan. Makna dalam masyarakat adalah sekelompok orang-orang yang sudah menganggap mereka saling bersatu kesatuan karena sama akan dalam satu peraturan dan satu adat istiadat yang sudah memiliki ciri khas dalam adat istiadat di kelompok masyarakat tersebut.
Macam-macam masyarakat
 a. Masyarkat pedesaan (Raural Community)
Suatu masyarakat yang mempunyai hubungan yang lebih erat dan lebih mendalam ketimbang hubungan mereka dengan warga masyarakat desa lainnya. Sistem kehidupan biasanya berkelompok atas dasar sistem kekeluargaan dan penduduk masyarakat pedesaan pada umumnya hidup dari pertanian.

b.    Masyarakat Perkotaan (Urban Community)
 Masyarakat kota yang tidak tertentu jumlah penduduknya tekanan pengertian “kota”    terletak pada sifat serta ciri kehidupan yang berbeda masyarakat pedesaan.


Banyak masyarakat pedesaan yang melakukan urbanisasi ke kota agar mendapat pekerjaan di kota. Tetapi akibat dari urbanisasi adalah meledaknya penduduk di kota dan pengangguran di kota. Oleh sebab itu seharusnya pemerintah sudah menyiapkan lahan pekerjaan yang setara dengan di kota-kota besar agar tidak banyak masyarakat desa tidak melakukan urbanisasi.

Senin, 11 Januari 2016

Tugas Ilmu Sosial Dasar 10

A.      PENGERTIAN PRASANGKA, DISKRIMINASI DAN ETNOSENTRISME

PRASANGKA
Prasangka berarti membuat keputusan sebelum mengetahui fakta yang relevan mengenai objek tersebut. Awalnya istilah ini merujuk pada penilaian berdasar ras seseorang sebelum memilikiinformasi yang relevan yang bisa dijadikan dasar penilaian tersebut. Selanjutnya prasangka juga diterapkan pada bidang lain selain ras. Pengertiannya sekarang menjadi sikap yang tidak masuk akal yang tidak terpengaruh oleh alasan rasional.

John E. Farley mengklasifikasikan prasangka ke dalam tiga kategori.
·                     Prasangka kognitif, merujuk pada apa yang dianggap benar.
·                     Prasangka afektif, merujuk pada apa yang disukai dan tidak disukai.
·                     Prasangka konatif, merujuk pada bagaimana kecenderungan seseorang dalam bertindak.

DISKRIMINASI
Diskriminasi adalah tindakan yang memperlakukan satu orang atau satu kelompok secara kurang adil atau kurang baik daripada orang atau kelompok yang lain. Diskriminasi dapat bersifat langsung atau tidak langsung dan didasarkan pada faktor-faktor yang sama seperti premanisme dan pelecehan.
Diskriminasi dapat dilakukan oleh individu, kelompok, atau kebijakan dan praktik organisasi.
Deskriminasi pun ada yang secara terlihat maupun tersamar.
ETNOSENTRISME
Etnosentris adalah sikap memandang remeh suku atau etnis lain. Etnosentris dapat terjadi jika suatu suku/etnis tetap memegang kukuh identitasnya, dan menolak untuk bercambur/membaur dengan suku/etnis lainnya. Dalam sikap etnosentris ini memiliki prinsip untuk menilai suatu golongan lain berdasarkan apa yang ada pada suku/etnis sendiri. Semakin banyaknya persamaan yang dimiliki semakin mudah untuk diterima disuku tersebut, sedangkan sebaliknya semakin bederbeda suatu suku semakin dijauhin suku tersebut.

B.     MASIKAH TERJADI DISKRIMINASI

Contohya saja pada saat Idul Fitri pada tahun 2015 yang terjadi di Papua, umat Islam dilarang untuk menunaikan ibadah sholat Idul Fitri.