Senin, 04 November 2013

Cerita Fabel

Kesombongan Sang Raja
     Suatu kisah diceritakan hidup seekor raja hutan yang gagah perkasa tetapi sangat sombong. Banyak yang tidak suka pada Sang Raja. Sang Raja mempunyai seorang istri yang cantik dan sekarang ia sedang mengandung.
     Sang Raja begitu perhatian terhadap istrinya. Apapun yang diminta pasti selalu dikabulkannya demi anak yang dikandung sang istri. Jika anaknya lahir nanti Sang Raja ingin anak nya menjadi seperti ayahnya yang gagah perkasa.
     Suatu hari Sang Raja berjalan-jalan mengelilingi hutan untuk melihat situasi. Sang raja didampingi oleh dua ekor ular yang setia sebagai pengawalnya. Jadi tidak ada satu pun yang berani melawan dan menentang raja.
     Sang Raja berjalan dari satu tempat ketempat lain. Hewan-hewan yang melihat Sang Raja pun merasa takut. Namun ada seekor buaya yang berani berbicara pada raja. Karena ia tidak suka dengan sikapnya.
     “Hay Raja yang sombong, sekarang istriku sedang mengandung dan aku yakin suatu saat nanti, pasti anakku akan menjadi raja di hutan ini” Kata Buaya.
     Raja pun kesal dan berbicara “Tiada satu pun yang bisa menggatikan aku kelak kecuali anakku”.
     “Kita buktikan saja, siapa nanti yang akan menjadi raja, anakku atau anakmu” Jawab Buaya dengan lantang.
     Akhirnya buaya pun pergi dengan senang hati karena bisa membuat raja yang sombong itu marah. Kata-kata yang diucapkan tadi itu hanya pancingan agar Sang Raja marah. Ia juga tahu keluarga miskin seperti aku tidak mungkin menjadi keluarga raja.
     Dua hari kemudian, istri sang raja ingin melahirkan dan ia memerintahkan kepada pengawalnya, untuk mendatangkan tabib. Tabib itupun akhirnya datang dan langsung meyiapkan segala sesuatu untuk proses persalinan. Raja pun panik dan merasa tidak tega melihat istrinya kesakitan. Akhirnya bayinya pun lahir dengan jenis kelamin jantan.
     Kemudian kesesokan harinya, istri buaya itu ingin melahirkan dan buaya pun langsung berlari menuju rumah tabib. Setibanya sampai dirumah, tabib itu bergegas melakukan proses persalinannya. Setelah ditunggu-tunggu akirnya bayi itu pun lahir dengan jenis kelamin jantan dan keluarga itu pun sangat bahagia sekali.
     Suatu ketika raja pun ingat dengan perkataan buya itu dan ia langsung mendatangi rumah buaya.
     “Ada perlu apa raja yang sombong dating kerumahku” Buaya berkata dengan nada yang kasar.
     “aku datang kesini untuk membawa anakmu keistana untuk diramal oleh dukun yang sakti, agar tahu siapa anak yang akan menjadi raja nanti” jawab Sang Raja.
     “Oke baiklah, nanti siang keluargaku akan datang keistananmu” jawab buaya dengan panik.
     Karena istri buaya itu belum mengetahuinya, akhirnya ia ceritakan semuanya. Buaya menunggu waktu siang hari dengan wajah yang panik. Akhirnya siang hari pun tiba dan ia beserta keluarganya bergegas menuju istana.
     Keluarga buaya pun sampai diistana. Sesampainya disana ia langsung dikawal oleh penjaga istana menuju tempat sang raja.
     “Akhirnya kau tiba juga disini. Selamat dating. Tidak usah basa-basi lagi langsung saja ketujuan awal kita” kata raja. Kemudian buaya pun meletakkan bayinya diatas kasur dan disana juga sudah ada bayi Sang Raja.
     Kemudian dipanggilah dukun masuk kekamar sang raja. Sang dukun langsung menerawang masa depan kedua bayi itu. Sang dukun pun kaget dengan hasil penerawangannya. Kemudian menceritakannya, dalam penerawangannya bahwa bayi buaya akan menjadi seorang raja dan bayi sang Sang Raja akan menjadi saudagar terkaya dihutan ini.
     Sang raja pun kecewa sekaligus bangga, walaupun anaknya tidak menjadi seorang raja karena menjadi saudagar kaya. Sang Raja pun memberikan selamat kepada buaya. Buaya pun berpesan kepada sang raja agar menjadi raja yang ramah disisa kejayaannya agar disenangi oleh semua hewan.
     Sang raja pun merasa bersalah karena menjadi raja yang sombong. Akhirnya sifat sang raja pun berubah menjadi ramahh dan semua hewan mulai menyukai sang raja. Sang raja pun senang karena dengan sifat ramah itu bisa membuat hidup lebih nyaman.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar