Kesombongan Sang Raja
Suatu kisah diceritakan hidup seekor
raja hutan yang gagah perkasa tetapi sangat sombong. Banyak yang tidak suka
pada Sang Raja. Sang Raja mempunyai seorang istri yang cantik dan sekarang ia
sedang mengandung.
Sang Raja begitu perhatian terhadap
istrinya. Apapun yang diminta pasti selalu dikabulkannya demi anak yang
dikandung sang istri. Jika anaknya lahir nanti Sang Raja ingin anak nya menjadi
seperti ayahnya yang gagah perkasa.
Suatu hari Sang Raja berjalan-jalan mengelilingi
hutan untuk melihat situasi. Sang raja didampingi oleh dua ekor ular yang setia
sebagai pengawalnya. Jadi tidak ada satu pun yang berani melawan dan menentang
raja.
Sang Raja berjalan dari satu tempat
ketempat lain. Hewan-hewan yang melihat Sang Raja pun merasa takut. Namun ada
seekor buaya yang berani berbicara pada raja. Karena ia tidak suka dengan
sikapnya.
“Hay Raja yang sombong, sekarang istriku
sedang mengandung dan aku yakin suatu saat nanti, pasti anakku akan menjadi
raja di hutan ini” Kata Buaya.
Raja pun kesal dan berbicara “Tiada satu
pun yang bisa menggatikan aku kelak kecuali anakku”.
“Kita buktikan saja, siapa nanti yang akan
menjadi raja, anakku atau anakmu” Jawab Buaya dengan lantang.
Akhirnya buaya pun pergi dengan senang
hati karena bisa membuat raja yang sombong itu marah. Kata-kata yang diucapkan
tadi itu hanya pancingan agar Sang Raja marah. Ia juga tahu keluarga miskin
seperti aku tidak mungkin menjadi keluarga raja.
Dua hari kemudian, istri sang raja ingin
melahirkan dan ia memerintahkan kepada pengawalnya, untuk mendatangkan tabib.
Tabib itupun akhirnya datang dan langsung meyiapkan segala sesuatu untuk proses
persalinan. Raja pun panik dan merasa tidak tega melihat istrinya kesakitan.
Akhirnya bayinya pun lahir dengan jenis kelamin jantan.
Kemudian kesesokan harinya, istri buaya
itu ingin melahirkan dan buaya pun langsung berlari menuju rumah tabib.
Setibanya sampai dirumah, tabib itu bergegas melakukan proses persalinannya.
Setelah ditunggu-tunggu akirnya bayi itu pun lahir dengan jenis kelamin jantan
dan keluarga itu pun sangat bahagia sekali.
Suatu ketika raja pun ingat dengan
perkataan buya itu dan ia langsung mendatangi rumah buaya.
“Ada perlu apa raja yang sombong dating
kerumahku” Buaya berkata dengan nada yang kasar.
“aku datang kesini untuk membawa anakmu
keistana untuk diramal oleh dukun yang sakti, agar tahu siapa anak yang akan
menjadi raja nanti” jawab Sang Raja.
“Oke baiklah, nanti siang keluargaku akan
datang keistananmu” jawab buaya dengan panik.
Karena istri buaya itu belum
mengetahuinya, akhirnya ia ceritakan semuanya. Buaya menunggu waktu siang hari
dengan wajah yang panik. Akhirnya siang hari pun tiba dan ia beserta
keluarganya bergegas menuju istana.
Keluarga buaya pun sampai diistana.
Sesampainya disana ia langsung dikawal oleh penjaga istana menuju tempat sang
raja.
“Akhirnya kau tiba juga disini. Selamat
dating. Tidak usah basa-basi lagi langsung saja ketujuan awal kita” kata raja.
Kemudian buaya pun meletakkan bayinya diatas kasur dan disana juga sudah ada
bayi Sang Raja.
Kemudian dipanggilah dukun masuk kekamar
sang raja. Sang dukun langsung menerawang masa depan kedua bayi itu. Sang dukun
pun kaget dengan hasil penerawangannya. Kemudian menceritakannya, dalam
penerawangannya bahwa bayi buaya akan menjadi seorang raja dan bayi sang Sang
Raja akan menjadi saudagar terkaya dihutan ini.
Sang raja pun kecewa sekaligus bangga,
walaupun anaknya tidak menjadi seorang raja karena menjadi saudagar kaya. Sang
Raja pun memberikan selamat kepada buaya. Buaya pun berpesan kepada sang raja
agar menjadi raja yang ramah disisa kejayaannya agar disenangi oleh semua
hewan.
Sang raja pun merasa bersalah karena
menjadi raja yang sombong. Akhirnya sifat sang raja pun berubah menjadi ramahh
dan semua hewan mulai menyukai sang raja. Sang raja pun senang karena dengan
sifat ramah itu bisa membuat hidup lebih nyaman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar