Senin, 04 November 2013

Masalah Ekonomi

Masalah Ekonomi
A.   Kebutuhan
1)    Arti : Perasaan kekurangan yang ingin di penuhi dan berasal dari dalam diri manusia terhadap barang/jasa yang dapat memenuhi rasa kekurangan tersebut.
2)    Pembagian kebutuhan
1.    Intensitas/kegunaan : a. Primer (sandang;pangan;papan)
                               b. Sekunder
                               c. Tersier/mewah
                2. Sifat : a. Jasmani (tubuh/badan)
                              b. Rohani
                3. Waktu : a. Sekarang
                                 b. Masa depan (cita-cita)
                4. Subyek : a. Individu/perorangan
                                  b. Publik/bersama
                5. Sosial-budaya : a. Sosial(masyarakat): berteman, bergaul
                                            b. Psikologis : rasa aman, ketentraman
                6. Wujud : a. Materil
                                 b. Spirituil (sejadah,sarung)
            3) Faktor-faktor penyebab perbedaan kebutuhan
a)    Keadaan alam/tempat tinggal
b)   Kemajuan peradaban/teknologi
c)    Agama/kepercayaan
d)   Adat istiadat/kebiasaan
4)    Benda Pemuas Kebutuhan
Benda : segala sesuatu yang bisa memuaskan kebutuhan manusia
5)    Pembagian Benda
1.    Cara memperolehnya :
a.    Ekonomi : Jumlahnya terbatas dan untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan (beras;pakaian;rumah)
b.    Bebas : jumlahnya cukup banyak dan melebihi kebutuhan (udara dan air laut)
c.    Illith : jumlahnya lebih sehingga menimbukan bencana (air yang berlebihan bisa menyebabkan banjir)
2.    Kegunaan nya :
a.    Konsumsi : Mengurangi jumlah/nilai barang
b.    Produksi : Menambah jumlah/nilai barang
3.    Proses Pembuatan :
a.  Mentah : Belum mengalami proses produksi (karet mentah)
b.  Setengah jadi : Sudah mengalami produksi tetapi belum sempurna (kain)
c.  Jadi : Sudah mengalami proses produksi dan siap dipasarkan (sepatu;buku;baju)
4.    Hubungan Dengan Benda Lain :
a.    Subtitusi : Barang yang fungsinya sebagai pengganti (gula pasir dapat diganti dengan gula aren)
b.    Komplementer : Barang yang fungsinya sebagai pelengkap (motor dengan bensin;computer dengan printer)
5.    Jaminan :
a.    Bergerak : barang yang digunakan untuk jaminan jangka pendek
b.    Tak bergerak : Barang yang digunakan untuk jaminan jangka panjang
6)    Macam-macam Kegunaan
1.    From Utility (kegunaan bentuk)
Artinya : benda akan lebih berguna bila adanya perubahan bentuk
Contoh : kain jadi batik
2.    Time Utility (kegunaan waktu)
Artinya : benda akan lebih berguna jika penggunaannya tepat
Contoh : sekolah pakai baju sekolah
3.    Place Utility (kegunaan tempat)
Artinya : benda akan lebih berguna tergantung pada tempat benda tersebut.
Contoh :
4.    Ownetship Utility (kegunaan kepemilikan)
Artinya : benda lebih berguna tergantung kepada kepemilikan nya
Contoh :
5.    Element Utility (kegunaan elemen/unsur)
Artinya : benda akan lebih berguna jika didalamnya mengandung unsure tertentu
Contoh :
B.    Kelangkaan         
1)    Arti : adanya kesenjangan antara alat pemuas kebutuhan/sumber daya/factor produksi yang jumlahnya terbatas dengan kebutuhan manusia yang tidak terbatas.
2)    Sumber daya/factor produksi terdiri dari :
1.    Sumber daya alam
2.    Sumber daya manusia/tenaga kerja
3.    Modal/capital
4.    Skill/keahlian/kemampuan
3)  Faktor penyebab kelangkaan sumber daya :
1.  Bencana alam
2.    Pernag
3.    Perilaku manusia yang sering merusak
4.    Pertumbuhan penduduk
5.    Pertumbuhan teknologi
6.    Kebutuhan manusia yang tidak terbatas
C.    Biaya Peluang
1)  Artinya : pengorbanan yang dilakukan seorang karena mengambil sebuah alternative pilihan untuk memenuhi kebutuhan nya.
2)  Biaya peluang bisa berupa uang, kesempatan waktu dan keuntungan dimana  yang akan dating.
Contoh : Setelah SMA, Ali berkesempatan untuk melanjutkan kuliah atau bekerja ditempat kuliahnya. Jika akhirnya Ali memutuskan melanjutkan kuliah, maka biaya peluang yang terjadi adalah hilang nya kesempatan Ali untuk bekerja.
3)  Plihan (Choice)
  Dalam kehidupan ini banyak pilihan yang kita hadapi, tapi karena alat pemuas kebutuhan dan sumber daya jumlahnya yang terbatas, sementara kebutuhan manusia jumlahnya tak terbatas maka kita harus menentukan pilihan. Oleh karena itu, ilmu ekonomi juga disebut ilmu tentang memilih.


                         







Cerita Fabel

Kesombongan Sang Raja
     Suatu kisah diceritakan hidup seekor raja hutan yang gagah perkasa tetapi sangat sombong. Banyak yang tidak suka pada Sang Raja. Sang Raja mempunyai seorang istri yang cantik dan sekarang ia sedang mengandung.
     Sang Raja begitu perhatian terhadap istrinya. Apapun yang diminta pasti selalu dikabulkannya demi anak yang dikandung sang istri. Jika anaknya lahir nanti Sang Raja ingin anak nya menjadi seperti ayahnya yang gagah perkasa.
     Suatu hari Sang Raja berjalan-jalan mengelilingi hutan untuk melihat situasi. Sang raja didampingi oleh dua ekor ular yang setia sebagai pengawalnya. Jadi tidak ada satu pun yang berani melawan dan menentang raja.
     Sang Raja berjalan dari satu tempat ketempat lain. Hewan-hewan yang melihat Sang Raja pun merasa takut. Namun ada seekor buaya yang berani berbicara pada raja. Karena ia tidak suka dengan sikapnya.
     “Hay Raja yang sombong, sekarang istriku sedang mengandung dan aku yakin suatu saat nanti, pasti anakku akan menjadi raja di hutan ini” Kata Buaya.
     Raja pun kesal dan berbicara “Tiada satu pun yang bisa menggatikan aku kelak kecuali anakku”.
     “Kita buktikan saja, siapa nanti yang akan menjadi raja, anakku atau anakmu” Jawab Buaya dengan lantang.
     Akhirnya buaya pun pergi dengan senang hati karena bisa membuat raja yang sombong itu marah. Kata-kata yang diucapkan tadi itu hanya pancingan agar Sang Raja marah. Ia juga tahu keluarga miskin seperti aku tidak mungkin menjadi keluarga raja.
     Dua hari kemudian, istri sang raja ingin melahirkan dan ia memerintahkan kepada pengawalnya, untuk mendatangkan tabib. Tabib itupun akhirnya datang dan langsung meyiapkan segala sesuatu untuk proses persalinan. Raja pun panik dan merasa tidak tega melihat istrinya kesakitan. Akhirnya bayinya pun lahir dengan jenis kelamin jantan.
     Kemudian kesesokan harinya, istri buaya itu ingin melahirkan dan buaya pun langsung berlari menuju rumah tabib. Setibanya sampai dirumah, tabib itu bergegas melakukan proses persalinannya. Setelah ditunggu-tunggu akirnya bayi itu pun lahir dengan jenis kelamin jantan dan keluarga itu pun sangat bahagia sekali.
     Suatu ketika raja pun ingat dengan perkataan buya itu dan ia langsung mendatangi rumah buaya.
     “Ada perlu apa raja yang sombong dating kerumahku” Buaya berkata dengan nada yang kasar.
     “aku datang kesini untuk membawa anakmu keistana untuk diramal oleh dukun yang sakti, agar tahu siapa anak yang akan menjadi raja nanti” jawab Sang Raja.
     “Oke baiklah, nanti siang keluargaku akan datang keistananmu” jawab buaya dengan panik.
     Karena istri buaya itu belum mengetahuinya, akhirnya ia ceritakan semuanya. Buaya menunggu waktu siang hari dengan wajah yang panik. Akhirnya siang hari pun tiba dan ia beserta keluarganya bergegas menuju istana.
     Keluarga buaya pun sampai diistana. Sesampainya disana ia langsung dikawal oleh penjaga istana menuju tempat sang raja.
     “Akhirnya kau tiba juga disini. Selamat dating. Tidak usah basa-basi lagi langsung saja ketujuan awal kita” kata raja. Kemudian buaya pun meletakkan bayinya diatas kasur dan disana juga sudah ada bayi Sang Raja.
     Kemudian dipanggilah dukun masuk kekamar sang raja. Sang dukun langsung menerawang masa depan kedua bayi itu. Sang dukun pun kaget dengan hasil penerawangannya. Kemudian menceritakannya, dalam penerawangannya bahwa bayi buaya akan menjadi seorang raja dan bayi sang Sang Raja akan menjadi saudagar terkaya dihutan ini.
     Sang raja pun kecewa sekaligus bangga, walaupun anaknya tidak menjadi seorang raja karena menjadi saudagar kaya. Sang Raja pun memberikan selamat kepada buaya. Buaya pun berpesan kepada sang raja agar menjadi raja yang ramah disisa kejayaannya agar disenangi oleh semua hewan.
     Sang raja pun merasa bersalah karena menjadi raja yang sombong. Akhirnya sifat sang raja pun berubah menjadi ramahh dan semua hewan mulai menyukai sang raja. Sang raja pun senang karena dengan sifat ramah itu bisa membuat hidup lebih nyaman.