Jumat, 15 April 2016

Cara Menghadapi Dilema

Biasanya dalam mengambil keputusan kita pernah merasakan dilema. Waktu ingin melanjutkan kuliah saya sempat dilema dalam menentukan pilihan mana yang ingin saya pilih antara Politeknik Manufaktur ASTRA atau Gunadarma University. Saran dari orang tua dan saudara yang bekerja di ASTRA saya mending mengambil ASTRA karena kalau sudah lulus akan langsung diserap menjadi tenaga kerja disana dan katanya gaji disana lumayan tinggi. Sebenernya saya juga ada niatan ingin ke ASTRA dan saya sudah survey lokasi politekniknya tapi karena disana suasana daerahnya yang padat oleh pabrik-pabrik dan truk-truk besar, saya pikir-pikir ulang lagi. Setelah dipikir-pikir secara matang dan minta persetujuan dari orang tua saya akhirnnya memilih Gundarma University, kebetulan waktu itu juga saya dapet beasiswa dari Gunadarma Univerity. Saya memilih jurusan Teknik Informatika karena saya juga menyukai yang berbau dengan komputer. Kemudian orang tua menyarankan mengambil Univ yang di cabang Depok karena disana terdapat saudara, takutnya sewaktu-waktu dalam keadaan darurat orang tua tidak khawatir.

Manusia dan Keadilan

Keadilan memberikan kebenaran, ketegasan dan suatu jalan tengah dari berbagai persoalan juga tidak memihak kepada siapapun. Dan bagi yang berbuat adil merupakan orang yang bijaksana.

Contoh ketidak adilan di Indonesia ketika seorang koruptor yang di penjara karena korupsi. Tetapi ia malah merasa bangga dengan apa yang dilakukannya. Ia dipenjara hanya beberapa tahun kemudian lepas bebas. Banyak media elektronik maupun cetak yang memberitakan bahwa seorang koruptor dipenjara nya hidup mewah, kamar yang luas, tv, handphone dan lain-lain. Sedangkan ada beberapa kasus yang menurut saya miris sekali mendengarnya, ada seorang nenek yang mencari sebuah kayu bakar tapi ia malah dituduh mencuri karena memasuki area perkebunan milik perusahaan kemudian ia malah di sidang dan dipenjara. Sudah tidak dipungkiri lagi di Indonesia ini segala sesuatu yang berkaitan hukum maupun yang lain nya semua bisa di beli dengan uang oleh orang-prang yang kaya raya, sedangkan orang yang kurang mampu  hanya bisa pasrah saja apa yang sedang kita timpa. Memang tidak adil kelihatan nya, ya mau gimana lagi memang sudah dari akar nya mental kita bisa dibeli seterus nya akan menjadi sebuah tradisi di Indonesia.

Jumat, 25 Maret 2016

Potensi Diri

Semua orang pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan dalam diri masing-masing, tak terkecuali pun saya. Sejak dulu saya memiliki sifat yang pendiam, tidak banyak teman dan jarang bergaul, tapi saya terpacu untuk menutupi kekurangan saya itu agar lebih giat belajar lagi. Karena apa? Karena dengan menjadi seseorang yang cerdas, saya bisa membantu teman-teman saya apabila mengalami kesulitan dalam pelajaran. Dengan itu saya akan menambah teman saya. Yaa walaupun tidak semua pelajaran yang saya kuasai, setidak nya ada beberapa pelajaran yang cukup saya kuasai.
Sebenarnya saya juga ingin mempunyai banyak teman, tapi apa daya, kekurangan itu menutupi ke inginan saya. Dikala sebelum tidur, kadang saya suka melamun memikirkan diri saya ini. Bukan nya Allah tidak adil diri saya, tapi mungkin Allah memberikan segala kekurangan nya agar kita bisa lebih memotivasi diri sendiri supaya bisa menutupi kekurangan itu. Saya juga mendapat motivasi dari saudara - saudara yang sudah sukses, dan saya harus mengikuti jejak mereka.
Kelebihan saya adalah bisa bermain bulu tangkis. Walaupun tidak sejago atlet nasional, tapi teman - teman banyak yang bilang kalo saya mahir dalam bermain bulu tangkis. Walaupun sudah di bilang "mahir" oleh teman-teman. Walaupun bermain bulu tangkis itu cuma selingan saja, tapi saat bermain saya bermain dengan serius.
Saya tidak berpikir akan menjadi apa kelak nanti, biarkan Allah yang mengaturnya. Kita sebagai umat manusia cuma bisa berusaha dan berdo'a agar menjadi manusia yang berguna. Saya tidak ingin menjadi manusia yang gagal di kemudian hari. Saya akan membuktikan kepada orang tua, kalau suatu saat nanti bisa sukses dan membanggakan kedua orang tua saya.

" Jadikan kekurangan mu sebagai acuan menuju kesuksesan" by Wildan Rahmatullah 1IA15


MANUSIA DAN CINTA KASIH


Manusia dianugrahkan memiliki rasa cinta dan kasih sejak lahir, entah itu kita yang memilikinya ataupun orang yang lain yang mempunyai cinta dan kasih kepada kita. Misalkan saja cinta terhadap diri sendiri, cinta terhadap sesama teman, cinta terhadap orang tua maupun cinta terhadap Allah S.WT. Saya disini akan mengambil salah satu kasus yang ada dikehidupan sekitar kita, contohnya saja anak jalanan yang kurang  bahkan tidak pernah merasakan rasa cinta dan kasih. Banyak sekali anak jalanan yang terlahir tanpa orang tua, maupun terlahir dengan orang tua tapi mereka tidak pernah menyayangi anak-anak nya. Mereka disuruh untuk menjadi pengemis, pemulung, pencopet bahkan yang lebih parah lagi mereka disuruh untuk menjadi seorang PSK. Orang-orang seperti ini harus lebih diperhatikan karena mereka dapat juga merugikan orang lain. Anak-anak itu harus dibimbing, diberitahu dan diberi cinta dan kasih sayang. Dengan memperhatikan mereka, mengajari mereka, mengasihi mereka, pelan namun pasti mereka pasti akan mengerti dan merasakan kenyamanan dalam hidupnya yang selama ini selalu dipenuhi dengan rasa dengki terhadap orang lain. Anak jalanan seperti mereka adalah anak-anak yang butuh perhatian lebih dari pemerintah maupun masyarakat sekitar. Jangan selalu meremehkan atau mengucilkan anak jalanan, karena mereka juga manusia yang memiliki hati dan dapat merasa sakit hati jika diperlakukan seperti itu. Saran saya terhadap orang tua yang memiliki anak, harus memberikan rasa cinta dan kasih kepada anaknya agar mereka memiliki akhlak dan moral yang baik, jangan sampai menelantarkan nya dengan kesibukan dikantornya.


Senin, 25 Januari 2016

Tugas Ilmu Sosial Dasar 14

VIVA.co.id - Majelis Ulama Indonesia (MUI) hingga kini belum mengeluarkan fatwa terkait ajaran organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). 

MUI masih melakukan kajian serta pembuktian mengenai kekhawatiran Gafatar merupakan reinkarnasi dari komunitas Milah Abraham (Komar) yang berganti nama dari jaringan Al Qiyadah Al Islamiyah, yang sebelumnya sudah dilarang di Indonesia.

"Itu perlu dibuktikan. Kalau tentang Ahmad Moshaddeq alias Musaddeq alias Musadek alias Abdusalam, MUI sudah lama mengatakan itu sesat. Kalau Gafatar itu benar (reinkarnasi), itu harus dibuktikan," kata Wakil Ketua Komisi Luar Negeri dan Kerjasama MUI, Syafiq Hasyim di Gedung LBH, Jakarta, Senin, 25 Januari 2016.

Menurut Syafiq, siapa saja bisa mengeluarkan rekomendasi yang mengatakan Gafatar sesat. Namun, fatwa tersebut tidak bisa digunakan seperti undang-undang.

Sejauh ini, MUI mencatat lebih dari sepuluh komunitas sesat di Indonesia. Tapi, Gafatar belum termasuk. "Sampai tahun ini, mereka yang dikatakan sesat, tidak lebih dari 14," ujar Syafiq.

MUI sebelumnya telah mengeluarkan fatwa sesat terhadap 14 ajaran, yakni Syiah, Jamaah Ahmadiyah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Agama Salamullah atau Lia Eden, Aliran Kutub Robani, Kelompok Husnul Huluq, Jemaat Kristiani Pondok Nabi dan Rasul Dunia, NII KW IX Pontren Alzaytun Indramayu, Darul Islam (DI Fillah), Wahidiyah, Al Qiyadah Al Islamiyah, Al-Qur’an Suci, Mahesa Kurung dan Aliran Hidup di Balik Hidup. (ase)


Opini

Menurut saya kita harus jeli dalam melakukan sesuatu, jangan samoai kita terpengaruh masuk ke dalam organisasi-organisasi Islam yang kurang jelas tujuan nya apalagi untuk menyesatkan umat Islam. Agama dan masyarakat sangat terkait satu sama lainnya  karena dsemua agama di ajarkan dalam hidup bermasyarakat yang baik dan benar.

Kamis, 21 Januari 2016

Tugas Ilmu Sosial Dasar 13

Peristiwa kekerasan yang terjadi di Kabupaten Tolikara hanyalah satu dari sekian banyak kasus kekerasan dan diskriminasi yang mengendap di Papua. Tidak hanya Tolikara, selama ini kasus kekerasan yang seringkali berpangkal pada persoalan diskriminasi di Papua tidak pernah terselesaikan dengan tuntas. Kasus-kasus yang ada dibiarkan menguap bahkan sepi dari pemberitaan media.

Pada 17 Juli lalu, sebuah insiden kekerasan terjadi di Tolikara. Umat muslim yang hendak melakukan solat Idul Fitri didatangi sejumlah orang yang meminta agar kegiatan ibadah itu dihentikan menyusul terbitnya dari Dewan Pekerja Wilayah Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Tolikara, Papua.

Sumber : http://www.cnnindonesia.com/nasional/20150724030750-20-67895/tolikara-persoalan-diskriminasi-dan-kekerasan-yang-mengendap/

Menurut saya semoga diskriminasi yang menyangkut masalah agama, ras dan suku segera berkurang maupun hilang agar tercipta rasa aman dan nyaman  di negara tercinta ini, karena kita hidup di Indonesia ini mempunyai semboyan “Bhineka Tunggal Ika” yang artinya “Berbeda-beda tetapi tetap satu”

Tugas Ilmu Sosial Dasar 12

PENGERTIAN ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI DAN KEMISKINAN
lmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia.Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.
Ilmu bukan sekadar  pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan  teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat  metode  yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya.
Teknologi adalah  keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan, dan kenyamanan hidup manusia.
Penggunaan teknologi oleh manusia diawali dengan pengubahan sumber daya alam menjadi alat-alat sederhana. Penemuan prasejarah tentang kemampuan mengendalikan api telah menaikkan ketersediaan sumber-sumber pangan, sedangkan penciptaan roda telah membantu manusia dalam beperjalanan, dan mengendalikan lingkungan mereka. Perkembangan teknologi terbaru, termasuk di mesin cetak, telepon dan Internet, telah memperkecil hambatan fisik terhadap komunikasi dan memungkinkan manusia untuk berinteraksi secara bebas dalam skala global. Tetapi, tidak semua teknologi digunakan untuk tujuan damai; pengembangan senjata penghancur yang semakin hebat telah berlangsung sepanjang sejarah, dari pentungan sampai senjata nuklir.
Teknologi telah memengaruhi masyarakat dan sekelilingnya dalam banyak cara. Di banyak kelompok masyarakat, teknologi telah membantu memperbaiki ekonomi (termasuk ekonomi global masa kini) dan telah memungkinkan bertambahnya kaum senggang. Banyak proses teknologi menghasilkan produk sampingan yang tidak dikehendaki, yang pencemar dan menguras sumber daya alam, merugikan, dan merusak Bumi dan lingkungannya. Berbagai macam penerapan teknologi telah memengaruhi nilai suatu masyarakat, dan teknologi baru seringkali mencuatkan pertanyaan-pertanyaan etika baru. Sebagai contoh, meluasnya gagasan tentang efisiensi dalam konteks produktivitas manusia, suatu istilah yang pada awalnynya hanya menyangku permesinan, contoh lainnya adalah tantangan norma-norma tradisional bahwa keadaan ini membahayakan lingkungan, dan mengucilkan manusia; penyokong paham-paham seperti transhumanisme dan tekno-progresivismememandang proses teknologi yang berkelanjutan sebagai hal yang menguntungkan bagi masyarakat, dan kondisi manusia. Tentu saja, paling sedikit hingga saat ini, diyakini bahwa pengembangan teknologi hanya terbatas bagi umat manusia, tetapi kajian-kajian ilmiah terbaru mengisyaratkan bahwa primata lainnya, dan komunitas lumba-lumba tertentu telah mengembangkan alat-alat sederhana, dan belajar untuk mewariskan pengetahuan mereka kepada keturunan mereka bisa dikatakan teknologi adalah hasil dari sebuah ilmu pengetahuan.
Kemiskinan adalah keadaan di mana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan, dll.
Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup:
Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.Gambaran tentang kebutuhan sosial, keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi. Gambaran kemiskinan jenis ini lebih mudah diatasi daripada dua gambaran yang lainnya.Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna "memadai" di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia. Gambaran tentang ini dapat diatasi dengan mencari objek penghasilan di luar profesi secara halal. Perkecualian apabila institusi tempatnya bekerja melarang 
MANFAAT TEKNOLOGI DALAM  KEHIDUPAN MASYARAKAT INDONESIA
Pemanfaatan teknologi di Indonesia memang banyak dirasakan oleh seluruh lapisan masyrakat, mulai dari yang kita rasakan sehari hari, mulai dari listrik, lampu, kendaraan umum, hingga teknologi terkini seperti GTO(gerbang toll otomatis), e-money dan lain sebagainya banyaknya teknologi yang dikembangkan oleh manusia yang berasal dari ilmu pengetahuan ini membuat pekerjaan manusia bisa berkurang bebannya serta mengurai margins eror maupun human eror dan pengefisiensian waktu.