Manusia
dianugrahkan memiliki rasa cinta dan kasih sejak lahir, entah itu kita yang
memilikinya ataupun orang yang lain yang mempunyai cinta dan kasih kepada kita.
Misalkan saja cinta terhadap diri sendiri, cinta terhadap sesama teman, cinta terhadap
orang tua maupun cinta terhadap Allah S.WT. Saya disini akan mengambil salah
satu kasus yang ada dikehidupan sekitar kita, contohnya saja anak jalanan yang
kurang bahkan tidak pernah merasakan
rasa cinta dan kasih. Banyak sekali anak jalanan yang terlahir tanpa orang tua,
maupun terlahir dengan orang tua tapi mereka tidak pernah menyayangi anak-anak
nya. Mereka disuruh untuk menjadi pengemis, pemulung, pencopet bahkan yang
lebih parah lagi mereka disuruh untuk menjadi seorang PSK. Orang-orang seperti
ini harus lebih diperhatikan karena mereka dapat juga merugikan orang lain.
Anak-anak itu harus dibimbing, diberitahu dan diberi cinta dan kasih sayang.
Dengan memperhatikan mereka, mengajari mereka, mengasihi mereka, pelan namun
pasti mereka pasti akan mengerti dan merasakan kenyamanan dalam hidupnya yang
selama ini selalu dipenuhi dengan rasa dengki terhadap orang lain. Anak jalanan
seperti mereka adalah anak-anak yang butuh perhatian lebih dari pemerintah
maupun masyarakat sekitar. Jangan selalu meremehkan atau mengucilkan anak
jalanan, karena mereka juga manusia yang memiliki hati dan dapat merasa sakit
hati jika diperlakukan seperti itu. Saran saya terhadap orang tua yang memiliki
anak, harus memberikan rasa cinta dan kasih kepada anaknya agar mereka memiliki
akhlak dan moral yang baik, jangan sampai menelantarkan nya dengan kesibukan
dikantornya.
Jumat, 25 Maret 2016
Senin, 25 Januari 2016
Tugas Ilmu Sosial Dasar 14
VIVA.co.id -
Majelis Ulama Indonesia (MUI) hingga kini belum mengeluarkan fatwa terkait
ajaran organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).
MUI masih melakukan kajian serta pembuktian mengenai kekhawatiran Gafatar merupakan reinkarnasi dari komunitas Milah Abraham (Komar) yang berganti nama dari jaringan Al Qiyadah Al Islamiyah, yang sebelumnya sudah dilarang di Indonesia.
"Itu perlu dibuktikan. Kalau tentang Ahmad Moshaddeq alias Musaddeq alias Musadek alias Abdusalam, MUI sudah lama mengatakan itu sesat. Kalau Gafatar itu benar (reinkarnasi), itu harus dibuktikan," kata Wakil Ketua Komisi Luar Negeri dan Kerjasama MUI, Syafiq Hasyim di Gedung LBH, Jakarta, Senin, 25 Januari 2016.
Menurut Syafiq, siapa saja bisa mengeluarkan rekomendasi yang mengatakan Gafatar sesat. Namun, fatwa tersebut tidak bisa digunakan seperti undang-undang.
Sejauh ini, MUI mencatat lebih dari sepuluh komunitas sesat di Indonesia. Tapi, Gafatar belum termasuk. "Sampai tahun ini, mereka yang dikatakan sesat, tidak lebih dari 14," ujar Syafiq.
MUI sebelumnya telah mengeluarkan fatwa sesat terhadap 14 ajaran, yakni Syiah, Jamaah Ahmadiyah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Agama Salamullah atau Lia Eden, Aliran Kutub Robani, Kelompok Husnul Huluq, Jemaat Kristiani Pondok Nabi dan Rasul Dunia, NII KW IX Pontren Alzaytun Indramayu, Darul Islam (DI Fillah), Wahidiyah, Al Qiyadah Al Islamiyah, Al-Qur’an Suci, Mahesa Kurung dan Aliran Hidup di Balik Hidup. (ase)
MUI masih melakukan kajian serta pembuktian mengenai kekhawatiran Gafatar merupakan reinkarnasi dari komunitas Milah Abraham (Komar) yang berganti nama dari jaringan Al Qiyadah Al Islamiyah, yang sebelumnya sudah dilarang di Indonesia.
"Itu perlu dibuktikan. Kalau tentang Ahmad Moshaddeq alias Musaddeq alias Musadek alias Abdusalam, MUI sudah lama mengatakan itu sesat. Kalau Gafatar itu benar (reinkarnasi), itu harus dibuktikan," kata Wakil Ketua Komisi Luar Negeri dan Kerjasama MUI, Syafiq Hasyim di Gedung LBH, Jakarta, Senin, 25 Januari 2016.
Menurut Syafiq, siapa saja bisa mengeluarkan rekomendasi yang mengatakan Gafatar sesat. Namun, fatwa tersebut tidak bisa digunakan seperti undang-undang.
Sejauh ini, MUI mencatat lebih dari sepuluh komunitas sesat di Indonesia. Tapi, Gafatar belum termasuk. "Sampai tahun ini, mereka yang dikatakan sesat, tidak lebih dari 14," ujar Syafiq.
MUI sebelumnya telah mengeluarkan fatwa sesat terhadap 14 ajaran, yakni Syiah, Jamaah Ahmadiyah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Agama Salamullah atau Lia Eden, Aliran Kutub Robani, Kelompok Husnul Huluq, Jemaat Kristiani Pondok Nabi dan Rasul Dunia, NII KW IX Pontren Alzaytun Indramayu, Darul Islam (DI Fillah), Wahidiyah, Al Qiyadah Al Islamiyah, Al-Qur’an Suci, Mahesa Kurung dan Aliran Hidup di Balik Hidup. (ase)
Sumber : http://nasional.news.viva.co.id/news/read/727507-gafatar-belum-masuk-14-aliran-sesat-di-indonesia
Opini
Menurut saya kita harus jeli dalam melakukan
sesuatu, jangan samoai kita terpengaruh masuk ke dalam organisasi-organisasi
Islam yang kurang jelas tujuan nya apalagi untuk menyesatkan umat Islam. Agama
dan masyarakat sangat terkait satu sama lainnya karena dsemua agama di ajarkan dalam hidup
bermasyarakat yang baik dan benar.
Kamis, 21 Januari 2016
Tugas Ilmu Sosial Dasar 13
Peristiwa kekerasan yang terjadi di Kabupaten
Tolikara hanyalah satu dari sekian banyak kasus kekerasan dan diskriminasi yang
mengendap di Papua. Tidak hanya Tolikara, selama ini kasus kekerasan yang
seringkali berpangkal pada persoalan diskriminasi di Papua tidak pernah
terselesaikan dengan tuntas. Kasus-kasus yang ada dibiarkan menguap bahkan sepi
dari pemberitaan media.
Pada 17 Juli lalu, sebuah insiden kekerasan
terjadi di Tolikara. Umat muslim yang hendak melakukan solat Idul Fitri
didatangi sejumlah orang yang meminta agar kegiatan ibadah itu dihentikan
menyusul terbitnya dari Dewan Pekerja Wilayah Gereja Injili di Indonesia (GIDI)
Tolikara, Papua.
Sumber : http://www.cnnindonesia.com/nasional/20150724030750-20-67895/tolikara-persoalan-diskriminasi-dan-kekerasan-yang-mengendap/
Menurut saya semoga diskriminasi yang
menyangkut masalah agama, ras dan suku segera berkurang maupun hilang agar
tercipta rasa aman dan nyaman di negara tercinta
ini, karena kita hidup di Indonesia ini mempunyai semboyan “Bhineka Tunggal Ika”
yang artinya “Berbeda-beda tetapi tetap satu”
Tugas Ilmu Sosial Dasar 12
PENGERTIAN ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI DAN
KEMISKINAN
lmu
pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk
menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai
segi kenyataan dalam alam manusia.Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan
rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup
pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.
Ilmu
bukan sekadar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan
pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara
sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang
ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia
berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya.
Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan
barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan, dan kenyamanan hidup manusia.
Penggunaan
teknologi oleh manusia diawali dengan pengubahan sumber daya alam menjadi
alat-alat sederhana. Penemuan prasejarah tentang kemampuan
mengendalikan api telah menaikkan ketersediaan sumber-sumber pangan,
sedangkan penciptaan roda telah membantu manusia dalam beperjalanan, dan
mengendalikan lingkungan mereka. Perkembangan teknologi terbaru, termasuk di
mesin cetak, telepon dan Internet, telah memperkecil hambatan fisik
terhadap komunikasi dan memungkinkan manusia untuk berinteraksi secara bebas
dalam skala global. Tetapi, tidak semua teknologi digunakan untuk tujuan damai;
pengembangan senjata penghancur yang semakin hebat telah berlangsung
sepanjang sejarah, dari pentungan sampai senjata nuklir.
Teknologi
telah memengaruhi masyarakat dan sekelilingnya dalam banyak cara. Di
banyak kelompok masyarakat, teknologi telah membantu memperbaiki ekonomi
(termasuk ekonomi global masa kini) dan telah memungkinkan
bertambahnya kaum senggang. Banyak proses teknologi menghasilkan produk
sampingan yang tidak dikehendaki, yang pencemar dan menguras sumber daya alam,
merugikan, dan merusak Bumi dan lingkungannya. Berbagai macam
penerapan teknologi telah memengaruhi nilai suatu masyarakat, dan
teknologi baru seringkali mencuatkan pertanyaan-pertanyaan etika baru. Sebagai
contoh, meluasnya gagasan tentang efisiensi dalam konteks produktivitas
manusia, suatu istilah yang pada awalnynya hanya menyangku permesinan, contoh
lainnya adalah tantangan norma-norma tradisional bahwa keadaan ini membahayakan
lingkungan, dan mengucilkan manusia; penyokong paham-paham seperti
transhumanisme dan tekno-progresivismememandang proses teknologi yang
berkelanjutan sebagai hal yang menguntungkan bagi masyarakat, dan kondisi
manusia. Tentu saja, paling sedikit hingga saat ini, diyakini bahwa
pengembangan teknologi hanya terbatas bagi umat manusia, tetapi kajian-kajian
ilmiah terbaru mengisyaratkan bahwa primata lainnya, dan komunitas lumba-lumba tertentu
telah mengembangkan alat-alat sederhana, dan belajar untuk mewariskan
pengetahuan mereka kepada keturunan mereka bisa dikatakan teknologi adalah hasil
dari sebuah ilmu pengetahuan.
Kemiskinan adalah keadaan di mana terjadi ketidakmampuan
untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung,
pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat
pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan
pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah
ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari
segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah
yang telah mapan, dll.
Kemiskinan
dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup:
Gambaran
kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari,
sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami
sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.Gambaran tentang
kebutuhan sosial, keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk
berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk
pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari
kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan
tidak dibatasi pada bidang ekonomi. Gambaran kemiskinan jenis ini lebih mudah
diatasi daripada dua gambaran yang lainnya.Gambaran tentang
kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna "memadai"
di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik
dan ekonomi di seluruh dunia. Gambaran tentang ini dapat diatasi dengan
mencari objek penghasilan di luar profesi secara halal. Perkecualian apabila
institusi tempatnya bekerja melarang
MANFAAT
TEKNOLOGI DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT INDONESIA
Pemanfaatan
teknologi di Indonesia memang banyak dirasakan oleh seluruh lapisan masyrakat,
mulai dari yang kita rasakan sehari hari, mulai dari listrik, lampu, kendaraan
umum, hingga teknologi terkini seperti GTO(gerbang toll otomatis), e-money dan
lain sebagainya banyaknya teknologi yang dikembangkan oleh manusia yang berasal
dari ilmu pengetahuan ini membuat pekerjaan manusia bisa berkurang bebannya
serta mengurai margins eror maupun human eror dan pengefisiensian waktu.
Rabu, 13 Januari 2016
Tugas Ilmu Sosial Dasar 11
Agama
Agama adalah sistem yang
mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang
Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan
manusia serta lingkungannya. Agama dapat mengatur perbuatan manusia dari
perbuatan kejahatan, kedengkian, dan lain-lain. Ada beberapa ahli yang
mendefinisi arti Agama
Menurut A.M. saefuddin,
menyatakan bahwa agama merupakan kebutuhan manusia yang paling esensial yang
besifat universal.
Menurut Sutan Takdir
Alisyahbana, agama adalah suatu system kelakuan dan perhubungan manusia yang
pokok pada perhubungan manusia dengan rahasia kekuasaan dan kegaiban yang tiada
terhingga luasnya, dan dengan demikian member arti kepada hidupnya dan kepada
alam semesta yang mengelilinginya.
Menurut Sidi Gazalba (1975),
menyatakan bahwa religi (agama) adalah kecendrungan rohani manusia, yang
berhubungan dengan alam semesta, nilai yang meliputi segalanya, makna yang
terakhir, hakekat dari semuanya itu.
Masyarakat
Masyarakat adalah sekelompok
orang yang berkumpul di satu daerah yang sudah memiliki adat dan istiadat serta
peraturan yang sudah ditentukan. Makna dalam masyarakat adalah sekelompok
orang-orang yang sudah menganggap mereka saling bersatu kesatuan karena sama akan
dalam satu peraturan dan satu adat istiadat yang sudah memiliki ciri khas dalam
adat istiadat di kelompok masyarakat tersebut.
Macam-macam masyarakat
a. Masyarkat pedesaan (Raural Community)
Suatu masyarakat yang
mempunyai hubungan yang lebih erat dan lebih mendalam ketimbang hubungan mereka
dengan warga masyarakat desa lainnya. Sistem kehidupan biasanya berkelompok
atas dasar sistem kekeluargaan dan penduduk masyarakat pedesaan pada umumnya
hidup dari pertanian.
b. Masyarakat Perkotaan (Urban Community)
Masyarakat kota yang tidak tertentu jumlah
penduduknya tekanan pengertian “kota”
terletak pada sifat serta ciri kehidupan yang berbeda masyarakat
pedesaan.
Banyak masyarakat pedesaan
yang melakukan urbanisasi ke kota agar mendapat pekerjaan di kota. Tetapi
akibat dari urbanisasi adalah meledaknya penduduk di kota dan pengangguran di
kota. Oleh sebab itu seharusnya pemerintah sudah menyiapkan lahan pekerjaan
yang setara dengan di kota-kota besar agar tidak banyak masyarakat desa tidak
melakukan urbanisasi.
Senin, 11 Januari 2016
Tugas Ilmu Sosial Dasar 10
A.
PENGERTIAN PRASANGKA, DISKRIMINASI DAN
ETNOSENTRISME
PRASANGKA
Prasangka berarti
membuat keputusan sebelum mengetahui fakta yang relevan mengenai objek
tersebut. Awalnya istilah ini merujuk pada penilaian berdasar ras seseorang
sebelum memilikiinformasi yang relevan yang bisa
dijadikan dasar penilaian tersebut. Selanjutnya
prasangka juga diterapkan pada bidang lain selain ras. Pengertiannya sekarang
menjadi sikap yang tidak masuk akal yang tidak terpengaruh oleh alasan
rasional.
John
E. Farley mengklasifikasikan prasangka ke dalam tiga kategori.
·
Prasangka kognitif,
merujuk pada apa yang dianggap benar.
·
Prasangka afektif,
merujuk pada apa yang disukai dan tidak disukai.
·
Prasangka konatif,
merujuk pada bagaimana kecenderungan seseorang dalam bertindak.
DISKRIMINASI
Diskriminasi adalah tindakan yang memperlakukan satu orang
atau satu kelompok secara kurang adil atau kurang baik daripada orang atau
kelompok yang lain. Diskriminasi dapat bersifat langsung atau tidak langsung
dan didasarkan pada faktor-faktor yang sama seperti premanisme dan pelecehan.
Diskriminasi dapat dilakukan oleh individu, kelompok,
atau kebijakan dan praktik organisasi.
Deskriminasi pun ada yang secara terlihat maupun tersamar.
ETNOSENTRISME
Etnosentris
adalah sikap memandang remeh suku atau etnis lain. Etnosentris dapat terjadi
jika suatu suku/etnis tetap memegang kukuh identitasnya, dan menolak untuk
bercambur/membaur dengan suku/etnis lainnya. Dalam sikap etnosentris ini
memiliki prinsip untuk menilai suatu golongan lain berdasarkan apa yang ada
pada suku/etnis sendiri. Semakin banyaknya persamaan yang dimiliki semakin
mudah untuk diterima disuku tersebut, sedangkan sebaliknya semakin bederbeda
suatu suku semakin dijauhin suku tersebut.
B. MASIKAH
TERJADI DISKRIMINASI
Contohya
saja pada saat Idul Fitri pada tahun 2015 yang terjadi di Papua, umat Islam
dilarang untuk menunaikan ibadah sholat Idul Fitri.
Kamis, 10 Desember 2015
Tugas Ilmu Sosial Dasar 9
1. Pranata Sosial
Pranata Sosial atau
yang biasa disebut Lembaga Sosial adalah suatu sistem tata kelakuan dalam
hubungan yang berpusat kepada aktivitas-aktivitas untuk memenuhi berbagai
kebutuhan khusus dalam masyarakat. Pranata sosial berasal dari bahasa asing
social institutions, itulah sebabnya ada beberapa ahli sosiologi yang
mengartikannya sebagai lembaga kemasyarakatan, di antaranya adalah Soerjono
Soekanto. Lembaga kemasyarakatan diartikan sebagai himpunan norma dari berbagai
tindakan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok di dalam kehidupan
bermasyarakat. Dengan kata lain, pranata sosial merupakan kumpulan norma
(sistem norma) dalam hubungannya dengan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat.
2. Pranata Sosial Menurut Koentjaraningrat
Lembaga sosial atau pranata sosial adalah
suatu sistem tata kelakuan dan hubungan yang berpusat pada aktivitas-aktivitas
khusus dalam kehidupan masyarakat. Pengertian ini menekankan pada sistem tata
kelakukan atau norma-norma untuk memenuhi kebutuhan (dalam buku Pengantar
Sosiologi).
Menurut
Koentjaraningrat, pranata sosial memiliki delapan macam tujuan, yaitu :
1.Pranata yang
bertujuan memenuhi kebutuhan sosial dan kekrabatan, yang disebut kinship atau
domestic institutions. Contohnya perkawinan, tunangan, tolong menolong
antarkekerabatan, poligami, perceraian, dan sebagainya.
2.Pranata yang
bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk mata pencaharian hidup, memproduksi,
menimbun, dan mendistribusikan harta benda atau economic institutions.
Contohnya pertanian, perikanan, koperasi, dan macam-macam perdagangan.
3.Pranata yang
bertujuan memenuhi kebutuhan pengetahuan dan pendidikan manusia atau
educational institutions. Contohnya pendidikan masyarakat, tk, sd, smp, sma,
perguruan tinggi, tempat-tempat kursus, dan tempat-tempat pelatihan lainya.
4.Pranata yang
bertujuan untuk memenuhi kebutuhan ilmiah manusia atau scientific institutions.
Contohnya berbagai metode ilmiah dan pendidikan ilmiah lainya.
5.Pranata yang
bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk menyatakan rasa keindahandan
rekreasi atau aesthetic and recreational institutions. Contohnya seni suara,
seni rupa, seni gerak, seni lukis, dan seni sastra.
6.Pranata sosial yang
bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk berhubungan dengan tuhan atau
religius institutions. Contohnya do’a.
7.Pranata sosial yang
bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk mengatur kehidupan berkelompok
atau bernegara atau politic institutional. Contohnya pemerintahan, demokrasi,
kehakiman, kepolisian, dan sebagainya.
8.Pranata yang
mengurus kebutuhan jasmani manusia atau spmatic institutionals. Contohnya
pemeliharaan kecantikan, kesehatan,, dan kedokteran.
Langganan:
Postingan (Atom)