1. Berikan
makna individu, keluarga dan masyrakat.
2. apa
yang di maksud dngan masyarakat industri dan masyrakat non industri
3. apa
yang di maksud dengan masyrakat majemuk
4.
mengapa masyrakat desa cenderung melakukan urbanisasi.
1.
Berikan Makna Individu, Keluarga dan Masyarahat
a. Makna Individu
Individu merupakan unit terkecil
pembentuk masyarakat. Dalam ilmu sosial, individu berarti juga bagian terkecil
dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih
kecil. Sebagai contoh, suatu keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Ayah
merupakan individu dalam kelompok sosial tersebut yang sudah tidak dapat dibagi
lagi ke dalam satuan lebih kecil.
b. Makna Keluarga
Keluarga dengan berbagai fungsi
yang dijalankan adalah sebagai wahana dimana seorang individu mengalami proses
sosialisasi yang pertama kali, sangat penting artinya dalam mengarahkan
terbentuknya individu menjadi seorang yang berpribadi. Sebagai bagian yang tak
terpisahkan dengan masyarakat, keluarga mempunyai korelasi fungsional dengan
masyarakat tertentu, oleh karena itu dalam proses pengembangan individu
menjadiseorang yang berpribadi hendaknya diarahkan sesuai dengan struktur
masyarakat yang ada.
c. Makna Masyarakat
Masyarakat adalah tempat kita
bisa melihat dengan jelas proyeksi individu sebagai bagian keluarga, keluarga
sebagai tempat terprosesnya, dan masyarakat adalah tempat kita melihat hasil
dari proyeksi tersebut. Individu yang berada dalam masyarakat tertentu berarti
ia berada pada suatu konteks budaya tertentu. Karena disini akan terlibat
individu sebagai perwujudan dirinya sendiri dan merupakan makhluk sosial
sebagai perwujudan anggota kelompok atau anggota masyarakat.
2. Apa Yang Dimaksud Dengan Masyarakat Industri dan
Masyarakat Non Industri
1.
Masyarakat
non Industri
Secara garis besar, kelompok nasional atau organisasi
kemasyarakatan non industri dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu
kelompok primer (primary group) dan kelompok sekunder (secondary group)
*Kelompok Primer
Dalam kelompok primer, interaksi
antar anggota terjalin lebih intensif, lebih erat, lebih akrab. Kelompok primer
ini disebut juga kelompok ”face to face group”, sebab para anggota kelompok
sering berdialog, bertatap muka, karena itu saling mengenal lebih dekat, lebih
akrab. Contoh-contoh kelompok primer, antara lain : keluarga, rukun tetangga,
kelompok belajar, kelompok agama, dan lain sebagainya.
* Kelompok Sekunder
Antara anggota kelompok sekunder,
terpaut saling hubungan tak langsung, formal, juga kurang bersifat
kekeluargaan.Oleh karena itu, sifat interaksi, pembagian kerja antar anggota
kelompok di atur atas dasar pertimbangan-pertimbangan rasional. Para anggota
menerima pembagian kerja/tugas atas dasar kemampuan dan keahlian tertentu. Contoh-contoh
kelompok sekunder, misalnya : partai politik, perhimpunan serikat kerja/serikat
buruh, organisasi profesi dan sebagainya.
2.
Masyarakat
Industri
Jika pembagian kerja bertambah
kompleks, suatu tanda bahwa kapasitas masyarakat semakin tinggi. Solidaritas didasarkan
pada hubungan saling ketergantungan antara kelompok-kelompok masyarakat yang
telah mengenal pengkhususan. Otonomi sejenis, juga menjadi ciri dari bagian
atau kelompok-kelompok masyarakat industri. Otonomi sejenis dapat diartikan
dengan kepandaian/keahlian khusus yang dimiliki seseorang secara mandiri,
sampai pada batas-batas tertentu.
Contoh-contoh : tukang roti,
tukang sepatu, tukang bubut, tukang las, ahli mesin, ahli listrik, ahli dinamo,
dan lain-lain.
3.
Apa Yang Dimaksud
Masyarakat Majemuk
Pengertian
masyarakat majemuk menurut para ahli :
·
Dr.
Nasikun mengemukakan masyarakat majemuk adalah suatu masyarakat
dalam mana sistem nilai yang dianut oleh berbagai kesatuan sosial yang menjadi
bagian-bagiannya adalah sedemikian rupa sehingga para anggota masyarakat kurang
memiliki loyalitas terhadap masyarakat sebagai suatu keseluruhan, kurang
memiliki homogenitas atau bahkan kurang memiliki dasar-dasar untuk memahami
satu sama lain
·
Furnival
mengemukakan bahwa masyarakat majemuk merupakan masyarakat yang terdiri atas
dua atau lebih komunitas (kelompok) yang secara kultural dan ekonomi terpisah
–pisah serta memiliki struktur kelembagaan yang berbeda-beda satu sama lainnya.
Kesimpulan
Masyarakat majemuk adalah
masyarakat yang terdiri atas kelompok-kelompok, yang tinggal bersama dalam
suatu wilayah, tetapi terpisah menurut garis budaya masing-masing. Kemajemukan
suatu masyarakat patut dilihat dari dua variabel yaitu kemajemukan budaya dan
kemajemukan sosial. Kemajemukan budaya ditentukan oleh indikator-indikator
genetik-sosial (ras, etnis, suku), budaya (kultur, nilai, kebiasaan), bahasa,
agama, kasta, ataupun wilayah. Kemajemukan sosial ditentukan
indikator-indikator seperti kelas, status, lembaga, ataupun power.
4.
Mengapa Masyarakarat
Desa Cenderung Melakukan Urbanisasi
Faktor
pendorong dan desa yang menyebabkan terjadinya urbanisasi sebagai beriikut :
1.
Terbatasnya kesempatan kerja atau lapangan
kerja di desa.
2.
Tanah pertanian di desa banyak yang sudah
tidak subur atau mengalami kekeringan.
3.
Kehidupan pedesaan lebih monoton (tetap/tidak
berubah) daripada perkotaan.
4.
Fasilitas kehidupan kurang tersedia dan tidak
memadai.
5.
Upah kerja di desa rendah.
6.
Timbulnya bencana desa, seperti banjir, gempa
bumi, kemarau panjang, dan wabah penyakit.
Faktor Penarik dari Kota :
1.
Kesempatan kerja lebih banyak dibandingkan
dengan di desa.
2.
Upah kerja tinggi.
3.
Tersedia beragam fasilitas kehidupan, seperti
fasilitas pendidikan, kesehatan, transportasi, rekreasi, dan pusat-pusat
perbelanjaan.
4.
Kota sebagai pusat pemerintahan, perdagangan,
ilmu pengetahuan, dan teknologi.