KELOMPOK SOSIAL
·
Gemeinschaft
Gemeinschaft atau biasa dibilang
paguyuban adalah pola masyarakat yang di tandai dengan hubungan
anggota-anggotanya bersifat pribadi. Sehingga mempunyai ikatan batin.
Contohnya : Masyarakat Pertanian
umumnya bersifat komunal yang di tandai dengan ciri-ciri masyarakat yang
berhomogen, hubungan sosialnya bersifat personal atau individual.
Contoh
: keluarga, kelompok kekerabatan.
·
Gesellschaft
Gesselschaft atau biasa disebut
patembayan yang artinya masyarakat yang anggotanya lebih mengutamakan
kepentingan pribadi atau kelompok serta memperhitungkan untung ruginya.
Contoh : ikatan antara pedagang,
organiasi dalam suatu pabrik atau industri.
·
Kerumunan
Kerumunan (crowd) adalah kelompok-kelompok yang tidak
teratur nampak dalam kerumunan masa. Kerumunan merupakan suatu kelompok sosial
yang bersifat sementara dan tidak terorganisasi. Kerumunan dapat saja memiliki
pemimpin, namun tidak mempunyai sistem pembagian kerja maupun sistem pelapisan
sosial.
Interaksinya bersifat spontan dan tidak terduga.
Individu-individu yang merupakan kerumunan, berkumpul secara kebetulan di suatu
tempat, dan juga pada waktu yang bersamaan. Bentuk-bentuk kerumunan, yaitu
sebagai berikut :
Kerumunan
yang berartikulasi dengan struktur sosial :
1. Formal audiences (pendengar yang formal)
Kerumunan-kerumunan yang mempunyai pusat perhatian dan
persamaan tujuan, tetapi sifatnya pasif. Contoh : penonton film, orang-orang
yang menghadiri khotbah keagamaan.
2. Planned expenssive group (kelompok
ekspensif yang telah direncanakan)
Kerumunan yang pusat perhatiannya tak begitu penting, tetapi
mempunyai persamaan tujuan yang tersimpul dalam aktivitas kerumunan tersebut
serta kepuasan yang dihasilkannya. Contoh : orang yang berpesta, berdansa, dan
sebagainya.
Kerumunan
bersifat sementara :
a) Inconvenient aggregations (kumpulan yang
kurang menyenangkan)
Contoh : orang-orang yang antri karcis, orang-orang yang
menunggu bis, dsb. Dalam kerumunan itu kehadiran orang-orang lain merupakan
halangan terhadap tercapainya maksud seseorang.
b) Panic crowds (kumpulan orang-orang yang
sedang dalam keadaan panik)
Orang-orang yang bersama-sama berusaha menyelamatkan diri
dari suatu bahaya.
c) Spectator
crowds (kerumunan penonton)
Terjadi karena ingin melihat suatu kejadian tertentu.
Kerumunan semacam ini hampir sama dengan khalayak penonton, tetapi bedanya
adalah bahwa kerumunan penonton tidak direncanakan, sedangkan kegiatan-kegiatan
juga pada umumnya tak terkendalikan.
Kerumunan bersifat sementara :
Inconvenient aggregations
(kumpulan yang kurang menyenangkan)
Contoh : orang-orang yang antri
karcis, orang-orang yang menunggu bis, dsb. Dalam kerumunan itu kehadiran
orang-orang lain merupakan halangan terhadap tercapainya maksud seseorang.
Kerumunan yang
berlawanan dengan norma-norma hokum (lawless crowds):
1.
Acting
mobs (kerumunan yang bertindak emosional)
Bertujuan untuk mencapai suatu
tujuan tertentu dengan menggunakan kekuatan fisik yang brlawanan dengan
norma-norma yang berlaku dalam masyarakat.
2.
Immoral
crowds (kerumunan yang bersifat immoral)
Hampir sama dengan kelompok
ekspresif. Bedanya adalah kerumunan yang bersifat immoral bertentangan dengan
norma-norma masyarakat. Contoh : orang-orang mabuk.
3.
Publik
Berbeda dengan kerumunan, publik
lebih merupakan kelompok yang tidak merupakan kesatuan. Interaksi terjadi
secara tidak langsung melalui alat-alat komunikasi seperti misalnya pembicaraan
pribadi yang berantai, desas-desus, surat kabar, radio, televisi, film,
dsb.
Setiap aksi publik diprakarsai
oleh keinginan individual (ex : pemungutan suara dalam pemilihan umum), dan
ternyata individu-individu dalam suatu publik masih mempunyai kesadaran akan
kedudukan sosial yang sesungguhnya dan juga masih lebih mementingkan
kepentingan-kepentingan pribadi daripada mereka yang tergabung dalam kerumunan.
Dengan demikian, tingkah laku pribadi kelakuakn publik didasarkan pada tingkah
laku atau perilaku individu.